Minggu, 10 Maret 2013

Selamat, Anda Memiliki Bayi Kembar!

Kabar bahwa Anda akan memiliki bayi kembar selalu merupakan sebuah kejutan. Tiba-tiba, semua hal yang telah dipersiapkan harus dikalikan dua: dua nama, dua set baju, dua gendongan, dua lemari, dua ayunan, dll. Namun, selain kegirangan bahwa Anda akan mendapatkan “bonus” bayi kembar, rasa ingin tahu dan kecemasan mungkin juga menyeruak mengenai kondisi yang luar biasa itu. Mengapa bisa kembar? Apa saja potensi risiko dari kehamilan kembar? Istilah kehamilan kembar merujuk pada dua atau lebih bayi yang berbagi rahim yang sama dan biasanya terlahir pada hari yang sama. Ada dua jenis kehamilan kembar: kembar identik dan kembar fraternal. Kembar identik Kembar identik atau kembar monozigotik adalah hasil dari satu sel telur yang dibuahi oleh satu sperma untuk membentuk satu zigot yang kemudian membelah menjadi dua embrio. Mekanisme biologis yang mendorong pembelahan zigot menjadi dua embrio ini sampai sekarang masih misteri. Kedua embrio memiliki DNA yang sama dan selalu berjenis kelamin sama. Kedua embrio kemudian berkembang menjadi dua janin dalam rahim yang sama. Tergantung pada tahap di mana zigot membelah, kembar identik dapat berbagi kantung ketuban atau amnion yang sama (monoamniotik) atau tidak (diamniotik). Kembar identik diamniotik dapat berbagi plasenta yang sama (monokorionik) atau tidak (dikorionik). Semua kembar monoamniotik adalah monokorionik. Zigot yang membelah pada tahap awal akan menjadi kembar diamniotik dan dikorionik (“di-di“). Pembelahan zigot antara 4 sampai 8 hari setelah pembuahan biasanya menghasilkan kembar monokorionik-diamniotik (“mono-di“). Pembelahan antara 8 sampai 12 hari setelah pembuahan biasanya akan menghasilkan kembar monokorionik-monoamniotik (“mono-mono“) . Pembelahan setelah 12 hari dari pembuahan biasanya akan menghasilkan kembar siam. Kembar fraternal Kembar fraternal atau kembar non-identik terjadi ketika ketika ibu melepaskan dua telur yang dibuahi oleh dua sperma yang berbeda. Dua telur tersebut kemudian membentuk dua zigot– sehingga juga disebut kembar dizigotik– yang berkembang menjadi embrio dengan plasenta sendiri-sendiri. Kedua embrio berkembang menjadi janin yang mungkin berjenis kelamin sama atau berbeda. Dua pertiga dari semua kelahiran kembar fraternal berjenis kelamin sama dan sepertiga berjenis kelamin berbeda. Selama kehamilan, janin selalu memiliki dua plasenta dan dua kantung ketuban yang terpisah. Namun, terkadang saat lahir plasenta dapat terlihat seperti sebuah plasenta yang besar, karena setelah ditanamkan berdekatan satu sama lain keduanya menjadi seperti menyatu. Bayi kembar fraternal sebagian besar memiliki setengah genom yang sama, kadang lebih, kadang kurang. Itulah mengapa sebagian kembar fraternal lebih mirip satu-sama lain dan sebagian lain tidak. Mereka memang hanya dua saudara kandung yang kebetulan berbagi rahim yang sama pada waktu yang sama! Pada kasus kembar fraternal yang sangat jarang, dua telur dibuahi pada waktu yang berbeda melalui dua atau lebih hubungan seksual, baik dalam satu siklus menstruasi (superfecundation) atau, lebih jarang, dalam kehamilan (superfetation). Hal ini dapat menyebabkan seorang wanita mengandung bayi kembar fraternal dengan ayah yang berbeda (yang merupakan setengah saudara kandung). Angka kejadian Kembar identik lebih jarang terjadi dibandingkan kembar fraternal. Sekitar dua pertiga dari semua kelahiran kembar adalah fraternal. Kembar identik terjadi pada sekitar 4 dari setiap 1.000 kelahiran, sedangkan kembar fraternal terjadi pada tingkat yang berbeda pada kelompok etnis yang berbeda dan pada usia ibu yang berbeda. Wanita yang lebih muda (di bawah usia 20) lebih sedikit memiliki kembar fraternal (sekitar 3 dari 1.000 kelahiran), sementara wanita usia 35 sampai 40 memiliki sekitar 14 dalam 1.000 kelahiran. Setelah usia 40, kejadiannya menurun lagi. Secara umum, angka kejadian kembar fraternal lebih tinggi dalam beberapa tahun terakhir, terutama dengan meningkatnya penggunaan obat kesuburan yang menyebabkan ovulasi ganda. Kadang-kadang kehamilan kembar dapat melibatkan lebih dari dua janin, misalnya kembar tiga atau empat. Sebelum adanya obat perangsang ovulasi, kembar tiga jarang terjadi (sekitar 1 dari 8000 kelahiran) dan kembar lebih dari 3 sangat jarang sehingga nyaris tidak pernah terdengar. Kembar tiga identik adalah kondisi yang langka sekali. Kembar tiga non-identik (fraternal) atau kombinasi dua kembar identik dengan bayi ke-3 yang non-identik adalah kondisi yang lebih umum. Pada umumnya, wanita hanya melepaskan satu sel telur di setiap ovulasi. Pada wanita tertentu, lebih dari satu sel telur dilepaskan dalam satu ovulasi, sehingga menyebabkan kembar fraternal. Studi menunjukkan bahwa kecenderuangan ini diwariskan dalam keluarga. Kemampuan untuk memiliki kembar fraternal diwariskan kepada seorang wanita dari ibu atau neneknya (baik dari sisi ayah atau ibunya). Oleh karena itu, jika Anda memiliki kehamilan kembar fraternal, Anda dapat mewariskan bakat genetik itu ke anak atau cucu perempuan Anda. Kembar fraternal juga lebih umum pada kelompok etnis Afrika dibandingkan etnis Asia atau Eropa. Berbeda dengan kembar fraternal, kembar identik dianggap sebagai kekhasan alami dan bukan merupakan sifat yang diwariskan dalam keluarga. Angka kejadian kembar identik cukup konstan di seluruh dunia, di semua kelompok etnis dan kelompok usia. Risiko kehamilan kembar Meskipun merupakan fenomena alami, kehamilan kembar dianggap berisiko tinggi. Kehamilan kembar harus dipantau dengan hati-hati selama kehamilan, terutama dalam tiga bulan terakhir. Beberapa risiko yang dapat terjadi adalah: * Janin lebih kecil. Janin kembar cenderung lebih kecil dibandingkan janin tunggal. Kembar fraternal cenderung berkembang lebih baik daripada kembar identik karena kembar fraternal selalu memiliki kantung ketuban sendiri, sehingga tidak bisa “mencuri” makanan dari kembar lainnya (seperti yang kadang-kadang terjadi pada kembar identik yang berada dalam kantung ketuban yang sama). Jika Anda memiliki kehamilan kembar, pastikan bahwa kehamilan Anda dipantau oleh dokter spesialis agar pengukuran janin Anda dapat secara akurat diambil setiap bulan. Jika janin tidak berkembang dengan baik, mungkin perlu pengawasan intensif di rumah sakit dan jika janin terlalu berisiko bila terus berada di rahim Anda, persalinan dengan pembedahan mungkin harus dilakukan. * Peningkatan risiko prematuritas. Karena ukuran rahim yang terbatas, kehamilan kembar sangat berpeluang untuk berakhir secara prematur. Rata-rata usia kehamilan kembar adalah 34-37 minggu. Secara khusus, ada risiko kelahiran prematur spontan yang tinggi pada kehamilan kembar jika sang ibu pernah melahirkan prematur spontan pada kehamilan tunggal sebelumnya. Sebagaimana diketahui, kelahiran prematur dapat memiliki berbagai konsekuensi kesehatan pada bayi. * Risiko kelainan bawaan yang lebih tinggi (2-4 kali dari kehamilan tunggal). Insiden cerebral palsy pada bayi kembar dua adalah 1-1,5% dan kembar tiga adalah 7-8%. * Risiko komplikasi kehamilan yang lebih tinggi, seperti hiperemesis gravidarum, polihidramnion, pra-eklampsia, anemia, perdarahan antepartum. Kembar monoamniotik atau monoamniotik-monokorionik dapat menyebabkan komplikasi kehamilan. Misalnya. tali pusar dari kembar monoamniotik dapat terbelit sehingga mengurangi atau mengganggu suplai darah ke janin. Kembar monokorionik dapat mengembangkan kondisi di mana darah yang mengalir dari plasenta ke masing-masing janin tidak proporsional satu sama lain sehingga menyebabkan sindrom transfusi kembar-ke-kembar. Kadang-kadang salah satu janin kembar gagal untuk berkembang sepenuhnya dan terus menimbulkan masalah bagi kembarannya yang masih hidup. Satu janin bertindak sebagai parasit terhadap yang lain. * Risiko komplikasi persalinan yang lebih tinggi, seperti malpresentasi, vasa previa, prolaps tali pusat, abruptio plasenta, belitan tali pusar, perdarahan postpartum. * Risiko kematian perinatal yang lebih tinggi, yaitu 5 kali lebih tinggi untuk bayi kembar dua dan 6 kali untuk kembar tiga, dibandingkan dengan bayi tunggal. Angkanya lebih tinggi untuk kembar monokorionik daripada kembar dikorionik. Tantangan kehamilan kembar tidak berakhir dengan kelahiran. Keterlambatan bicara, masalah kognitif dan motorik, masalah perilaku dan kesulitan interaksi orangtua-anak tampaknya lebih umum pada anak kembar. Belum lagi konsekuensi keuangan, sosial dan emosional dalam merawat bayi kembar. Kehidupan sehari-hari anak kembar memang menyenangkan untuk disaksikan, saat mereka tumbuh bersama dengan kelucuan-kelucuannya. Namun, perawatan anak kembar juga membutuhkan organisasi yang efisien. Tak lama setelah lahir, Anda hampir selalu disibukkan sepanjang waktu. Merawat satu bayi saja sudah repot, apalagi dua bayi sekaligus. Belum lagi perawatan untuk kakak-kakaknya (bila ada) dan komitmen lain. Banyak ibu yang berasumsi bahwa mereka dapat mengatasi kerepotan ini tanpa bantuan tetapi kemudian menyadari bahwa mereka kewalahan. Inilah masa-masa di mana Anda perlu melibatkan suami dengan pembagian kerja yang jelas dan menerima uluran bantuan dari pengasuh anak, ibu, kerabat dan pihak lainnya. Menimba pengalaman dari mereka yang telah lebih dulu memiliki bayi kembar juga merupakan gagasan yang tidak boleh Anda lewatkan.

5 Penyebab Utama Kematian Ibu di Indonesia

Bila Anda seorang ibu yang akan melahirkan anak, risiko Anda meninggal dunia sepuluh kali lipat rekan Anda di Malaysia dan Sri Lanka. Angka kematian ibu (AKI) masih sangat tinggi di Indonesia. Setiap tahun, sekitar 20 ribu ibu Indonesia meninggal akibat komplikasi kehamilan atau persalinan. Sebanyak 259 ibu meninggal dunia pada setiap 100.000 kelahiran hidup. Angka itu lebih dari sepuluh kali AKI Malaysia (19) dan Sri Lanka (24). Target Pemerintah adalah menurunkan angka kematian ibu menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015. Apa saja penyebab kematian ibu? Kematian ibu (maternal death) menurut definisi WHO adalah kematian selama kehamilan atau dalam periode 42 hari setelah berakhirnya kehamilan, akibat semua sebab yang terkait dengan atau diperberat oleh kehamilan atau penanganannya, tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan/cedera. Penyebab utama kematian ibu diklasifikasikan sebagai langsung dan tidak langsung. * Penyebab langsung: berhubungan dengan komplikasi obstetrik selama masa kehamilan, persalinan dan masa nifas (post-partum). Mayoritas penyebab kematian ibu adalah penyebab langsung. * Penyebab tidak langsung: diakibatkan oleh penyakit yang telah diderita ibu, atau penyakit yang timbul selama kehamilan dan tidak ada kaitannya dengan penyebab langsung obstetrik, tapi penyakit tersebut diperberat oleh efek fisiologik kehamilan. Lima besar Menurut hasil kajian kinerja IGD Obstetri-Ginekologi dari RSUP Cipto Mangunkusumo, yang merupakan RS rujukan nasional, lima besar penyebab kematian ibu adalah perdarahan, eklampsia, sepsis, infeksi dan gagal paru. 1. Perdarahan Perdarahan yang tidak terkontrol menyumbang sekitar 20%-25% kematian ibu sehingga merupakan risiko yang paling serius. Kehilangan darah dapat terjadi selama kehamilan, selama persalinan, atau setelah persalinan (post partum). Perdarahan post partum yang menyebabkan kehilangan darah lebih dari 1.000 mL adalah penyebab utama kematian. Meskipun dapat dicegah, tidak semua kasus perdarahan post partum dapat dihindari. Atonia uterus (uterine atony), yaitu kondisi di mana otot rahim kehilangan kemampuan untuk berkontraksi setelah melahirkan, adalah penyebab utama perdarahan post partum. Penyebab lain yang lebih jarang adalah retensi plasenta (retained placenta), di mana seluruh atau sebagian jaringan plasenta tertinggal di rahim. Penyebab trauma termasuk luka, ruptur uterus, dan inversi uterus. Komplikasi dari perdarahan postpartum termasuk hipotensi ortostatik, anemia, dan kelelahan, yang dapat menyulitkan perawatan pasca melahirkan. Anemia post-partum meningkatkan risiko depresi post-partum. Perdarahan post partum dapat ditangani dengan pengelolaan yang melibatkan obat-obatan dan perawatan non obat. 2. Eklampsia Eklampsia adalah kondisi yang ditandai dengan gagal ginjal, kejang, dan koma saat kehamilan atau pasca melahirkan, sehingga dapat berujung pada kematian ibu. Eklampsia biasanya terjadi setelah trimester ketiga kehamilan, mayoritas pada saat persalinan (intrapartum) dan 48 jam pertama setelah melahirkan (postpartum). Eklampsia merupakan komplikasi berat dari kondisi yang mendahuluinya, yaitu preeklampsia. Preeklampsia, juga dikenal sebagai toxemia kehamilan, ditandai dengan hipertensi (tekanan darah tinggi), proteinurea (protein dalam urin), edema (pembengkakan) umum, dan kenaikan berat badan secara tiba-tiba. Preeklampsia dapat diidentifikasi pada masa kehamilan dengan memantau tekanan darah, tes protein urin, dan pemeriksaan fisik. Deteksi dini dan pengelolaan preeklampsia dapat mencegah perkembangannya menjadi eklampsia. 3. Sepsis Sepsis maternal adalah infeksi bakteri yang parah, biasanya pada uterus (rahim), umumnya terjadi beberapa hari setelah melahirkan. Sepsis dapat menyebar dari rahim ke saluran tuba dan ovarium atau ke dalam aliran darah. Infeksi yang terjadi setelah melahirkan ini juga dikenal sebagai sepsis puerperalis. Penyebab utamanya adalah bakteri yang disebut Group A Streptococcus (GAS) yang memasuki tubuh melalui kulit atau jaringan yang rusak saat melahirkan. Sepsis maternal menyebabkan demam dan satu atau lebih gejala berikut: * Menggigil dan perasaan tidak sehat secara umum * Nyeri perut bawah * Keputihan berbau busuk * Perdarahan dari vagina * Pusing dan pingsan Sepsis umumnya terjadi karena standar kebersihan yang buruk selama proses persalinan, misalnya persalinan atau aborsi yang dibantu oleh dukun beranak. Sepsis juga dapat disebabkan oleh infeksi menular seksual yang tidak diobati selama kehamilan. Penyakit ini dapat dicegah atau dikelola dengan pemeriksaan lab yang tepat, standar pengendalian infeksi yang tinggi selama persalinan dan pengobatan antibiotik selama dan sesudah persalinan. 4. Infeksi Infeksi yang menyebabkan kematian ibu termasuk dalam kelompok penyebab tidak langsung. Infeksi yang paling umum adalah malaria, tuberkulosis, dan hepatitis. Ibu hamil yang terinfeksi penyakit-penyakit tersebut biasanya memiliki gejala yang lebih parah dan memiliki tingkat risiko tinggi keguguran, kematian janin, persalinan prematur, berat badan lahir rendah, kematian bayi dan/atau ibu. * Malaria merupakan infeksi parasit yang ditularkan oleh nyamuk dan menewaskan lebih dari 1 juta orang setiap tahunnya. Penyakit ini lebih umum pada wilayah Indonesia bagian timur. Malaria dapat dicegah dengan obat-obatan yang tepat dan perangkat antinyamuk. * Tuberkulosis (TB) adalah infeksi yang termasuk dalam target kedaruratan WHO sejak tahun 2005. Sekitar sepertiga dari populasi dunia (diperkirakan sekitar 1,75 miliar) terinfeksi basil tuberculosis. Penyakit ini dapat diperberat oleh kehamilan dan menyebabkan kematian ibu dan/ atau janin. TB dapat disembuhkan dengan obat-obatan seperti Rifampisin, INH dan Etambutol. * Hepatitis adalah infeksi virus yang menyerang fungsi hati. Virus hepatitis B (HBV) adalah penyebab paling umum hepatitis pada ibu hamil, namun virus hepatitis E (HEV) adalah yang paling dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian ibu. Hepatitis E akut dapat memberikan gejala tiba-tiba dalam beberapa hari atau minggu sebelum kematian. Hepatitis dapat dicegah dengan kewaspadaan, imunisasi, dan sanitasi yang lebih baik. 5. Gagal Paru Kegagalan pernafasan akut adalah salah satu penyebab umum kedaruratan kebidanan yang berisiko kematian tinggi. Penyebab umum kegagalan pernapasan akut adalah embolisme paru (pulmonary embolism) dan paling sering terjadi pada periode setelah melahirkan (postpartum). Kehamilan meningkatkan risiko embolisme paru karena peningkatan kemampuan untuk membekukan darah (yang bermanfaat untuk menghentikan perdarahan saat persalinan). Sayangnya, kemampuan ini juga meningkatkan risiko trombosis (bekuan) darah yang secara mendadak menyumbat arteri paru-paru–kondisi yang disebut embolisme paru. Tanda-tanda embolisme paru termasuk sesak napas tiba-tiba dan tanpa sebab, nyeri dada, dan batuk yang dapat disertai darah. Embolisme paru dapat dikelola segera dengan obat-obatan anti trombosis dan perawatan kedaruratan.

12 Buah Tersehat yang Perlu Anda Makan

12 Buah Tersehat yang Perlu Anda MakanSelain lezat dan bergizi, buah-buahan mengandung vitamin dan antioksidan yang memiliki banyak manfaat kesehatan. Namun, tidak semua buah sama. Inilah daftar buah yang paling bergizi dan menunjukkan manfaat antioksidan. 1. Jeruk. Sebuah jeruk menyediakan 50 sampai 70 mg vitamin C, setara dengan kebutuhan harian vitamin C Anda. Jeruk juga merupakan sumber serat, folat, serta antioksidan, vitamin dan mineral lainnya. Selaput yang menyelubungi bulir jeruk mengandung hesperidin, yang dapat menurunkan kolesterol. Buah jeruk telah diteliti dapat membantu mengurangi tekanan darah dan risiko beberapa jenis kanker. Bahkan, aroma jeruk pun berkhasiat aromaterapi yang menenangkan. Sebuah jeruk sedang mengandung sekitar 65 kalori. 2. Apel. Sebuah apel beserta kulitnya memenuhi 15 persen kebutuhan serat harian Anda. Serat apel membantu menurunkan kolesterol dan memudahkan pencernaan. Apel juga kaya akan flavonoid antioksidan yang mengurangi risiko penyakit jantung, stroke dan kanker. Sebuah apel sedang memiliki sekitar 80 kalori. 3. Delima. Satu buah delima menyediakan 40 persen kebutuhan vitamin C harian Anda. Delima juga mengandung folat, serat, kalium, niasin, vitamin A dan E. Antosianidin dalam delima memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi, yang menurunkan kolesterol dan tekanan darah, melindungi gigi, mencegah osteoartritis, alzheimer, kanker payudara, leukemia, kanker paru dan kanker prostat. Sebuah delima mengandung sekitar 83 kalori. 4. Pisang. Kaya kalium dan miskin sodium, pisang membantu menurunkan risiko tekanan darah tinggi dan stroke. Sebuah pisang mengandung kalium sekitar 400 mg. Protease inhibitor pada pisang dapat mencegah radang lambung. Serat dalam pisang membantu menormalkan fungsi pencernaan. Pisang dapat menjadi sumber energi alami karena sebuah pisang ukuran sedang memiliki sekitar 108 kalori. 5. Buah Kiwi. Pada berat yang setara, buah kiwi mengandung dua kali vitamin C daripada jeruk. Buah kiwi merupakan sumber magnesium, kalium, vitamin A dan E. Buah kiwi juga dapat menurunkan risiko katarak, melindungi dari kerusakan DNA, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi penyakit pernapasan. Satu buah kiwi sedang memiliki 47 kalori dan 3 gram serat. 6. Anggur merah dan ungu. Anggur merah adalah sumber anthocyanin dan resveratrol, antioksidan kuat yang bisa membantu melawan penyakit jantung dan kanker. Anggur merah juga mengandung zat besi, kalium, serat dan antioksidan lain yang berlimpah. Meskipun anggur merah lebih banyak mendapatkan pujian, anggur berwarna gelap juga merupakan sumber anthocyanin dan resveratrol. Secangkir anggur merah atau ungu memiliki 60 kalori. 7. Stroberi. Konsumsi harian stroberi membantu Anda mengendalikan diabetes tipe 2 dan mencegah penyakit jantung. Stroberi juga merupakan sumber vitamin C dan antioksidan lainnya. Secangkir stroberi memiliki 50 kalori dan 4 gram serat. 8. Pepaya. Pepaya menyediakan banyak vitamin C, folat dan karotenoid. Pepaya merupakan satu-satunya sumber papain, enzim pencernaan alami yang membantu mencerna protein. Secangkir potongan dadu pepaya memiliki 55 kalori. 9. Alpukat. Alpukat memiliki lemak tak jenuh yang membantu menurunkan kadar kolesterol. Alpukat juga mengandung zat besi dan vitamin E. Sebuah alpukat mengandung 81 kalori, 8 gram lemak dan 3 gram serat. 10. Sirsak. Sirsak adalah buah yang kaya vitamin dan serat. Setengah buah sirsak sedang sudah cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan vitamin C dan setengah kebutuhan serat harian Anda. Vitamin C merupakan antioksidan yang sangat baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memperlambat penuaan. Serat sangat baik untuk membantu pencernaan dan detoksifikasi. Sirsak juga mengandung fosfor dan kalsium, dua mineral penting untuk pembentukan massa tulang dan mencegah osteoporosis. 11. Mangga. Sebuah mangga rata-rata mengandung 60 mg vitamin C, yang sama dengan jumlah harian yang disarankan. Antioksidan dalam mangga membantu mencegah artritis, mempercepat penyembuhan luka dan sangat baik untuk sistem kekebalan tubuh. Sebuah mangga sedang berisi 135 kalori, 1 gram lemak dan 4 gram serat. 12. Tomat. Tomat adalah sumber likopen, salah satu karotenoid terkuat, yang bertindak sebagai antioksidan. Penelitian menunjukkan bahwa tomat, dengan penggunaan sehari-hari, menurunkan kolesterol dan risiko kanker kandung kemih, perut dan usus besar. Sebuah tomat memiliki 26 kalori, tanpa lemak dan 1 gram serat. Cipratkan minyak zaitun ke irisan tomat, karena likopen akan diserap oleh tubuh hanya jika dimakan dengan sedikit lemak.

menstruasi tidak teratur

Menstruasi Tidak Teratur: Penyebab dan Penanganannya Menstruasi Anda tidak teratur? Jangan terlalu cemas karena biasanya hal itu tidak mengindikasikan sesuatu yang berbahaya. Sebagian besar wanita pernah mengalaminya. Namun, sebelum menyatakan menstruasi Anda tidak teratur, mari kita sepakati dulu apa yang disebut tidak teratur. Tidak semua wanita sama. Ada wanita yang memiliki siklus haid teratur, seperti “kalender hidup”, ada yang tidak teratur. Siklus yang paling umum adalah 28 hari, tetapi dapat bervariasi dari 21 sampai 35 hari. Awal siklus maju atau mundur 1 sampai 3 hari adalah biasa. Perdarahan menstruasi pada umumnya berlangsung selama 5 hari, tetapi perdarahan hingga 7 hari masih dianggap normal. Menstruasi disebut tidak teratur hanya bila tidak mengikuti pola normal siklus Anda. Anovulasi (tidak melepaskan telur) adalah penyebab utama keterlambatan menstruasi pada banyak wanita. Kondisi ini dianggap normal jika terjadi hanya sekali atau dua kali setahun. Menstruasi juga tidak teratur dalam beberapa bulan atau tahun setelah mendapatkan menstruasi pertama (menarkhe). Hal ini karena hormon-hormon yang mengontrol menstruasi membutuhkan waktu untuk mencapai keseimbangan. Menstruasi tidak teratur disebabkan oleh hal-hal yang terkait dengan gaya hidup atau masalah kesehatan. 1. Gaya Hidup Gaya hidup tertentu dapat mengganggu siklus menstruasi, di antaranya: * Peningkatan stres. Ini adalah penyebab yang paling umum. Bila Anda mengalami stres karena terlalu banyak pekerjaan, tekanan dari teman-teman atau tuntutan keluarga, menstruasi Anda dapat menjadi tidak teratur. Ketika Anda stres, kelenjar adrenal mengeluarkan hormon kortisol yang berdampak langsung pada beberapa hormon-hormon yang terlibat dalam menstruasi seperti estrogen dan progesteron. * Berat badan ekstrim. Meskipun berat badan rendah adalah penyebab umum menstruasi tidak teratur, obesitas juga dapat menyebabkan masalah menstruasi. Dalam situasi ini, otak tidak dapat memicu hormon-hormon yang tepat untuk perkembangan folikel, yang diperlukan untuk membuat estrogen. * Menyusui. Banyak ibu mengalami ketidakteraturan menstruasi sampai selesai menyusui. * Kontrasepsi. Pil KB dan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR)/ spiral dapat menyebabkan perdarahan di antara periode menstruasi. Perdarahan ringan adalah biasa ketika baru mengambil pil kontrasepsi. AKDR/ spiral bahkan juga dapat menyebabkan perdarahan berat. * Gizi buruk, obat-obatan, merokok, dan kafein dalam kasus-kasus tertentu dapat mengganggu siklus menstruasi. 2. Kondisi Kesehatan Beberapa kondisi kesehatan yang dapat mengganggu siklus menstruasi antara lain: * Sindrom ovarium polikistik (SOPK). SOPK terjadi ketika beberapa kista yang sangat kecil berkembang di dalam ovarium. Ovarium menghasilkan folikel yang memproduksi tingkat estrogen yang tinggi tetapi tidak pernah melepaskan sel telur, mengakibatkan haid tidak teratur. * Ketidakseimbangan hormon berkaitan dengan perimenopause. Perimenopause adalah periode transisi hormonal sebelum menopause. Secara teknis, menopause terjadi ketika haid Anda berhenti selama 12 bulan berturut-turut sejak haid terakhir. Namun, jarang ada wanita yang mengalami menstruasi teratur sampai tiba-tiba berhenti sama sekali. Yang lebih umum adalah siklus menstruasi berubah-ubah selama beberapa tahun atau bulan sebelum mencapai menopause. Ketidakteraturan ini disebabkan oleh ketidakseimbangan progesteron, hormon yang mengatur jumlah dan lama perdarahan. Fluktuasi progesteron membuat menstruasi berlangsung lebih lama atau lebih pendek. * Ketidakseimbangan hormon androgen. Beberapa wanita mengalami menstruasi yang tidak teratur karena memiliki terlalu banyak androgen. Hormon laki-laki yang normalnya hanya sedikit di tubuh wanita ini dapat menyebabkan pertumbuhan rambut pada wajah, dagu, dada, dan perut, dan kadang-kadang dikaitkan dengan berat badan yang berlebihan. * Gangguan tiroid. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon yang menjaga metabolisme tubuh. Fungsi tiroid berhubungan erat dengan semua hormon di tubuh Anda. Hormon tiroid yang tidak seimbang seperti pada hipotiroidisme dapat mengakibatkan berbagai gejala seperti menstruasi yang tidak teratur, kelelahan, penambahan berat badan, dan depresi. * Kegagalan ovarium prematur. Kondisi ini adalah ketika Anda berhenti menstruasi sebelum usia 40. Bedah, kemoterapi, dan terapi radiasi perut atau panggul dapat menyebabkan kegagalan ovarium prematur. * Kondisi lain seperti kelainan rahim (fibroid, kista, polip, endometriosis), sindrom iritasi usus, TBC, penyakit hati, dan diabetes juga dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur, meskipun jarang terjadi. Tips untuk Anda Ketidakteraturan menstruasi bersumber pada ketidakseimbangan hormon. Apa pun yang Anda lakukan untuk mengembalikan keseimbangan hormon juga akan mengembalikan siklus menstruasi Anda. Beberapa tips berikut mungkin membantu: * Kurangi stres dan perbaiki status gizi Anda. Cobalah untuk lebih bersantai dan menikmati hidup. Istirahatlah yang cukup di malam hari. Ubahlah pola makan Anda agar lebih seimbang dengan meningkatkan asupan karbohidrat kompleks, buah-buahan, sayuran dan air. * Berolahragalah secara teratur, tetapi moderat. * Jika Anda khawatir penyebab menstruasi tidak teratur adalah penyakit atau kondisi lain, berkonsultasilah dengan dokter. Tanyakan kepada dokter Anda kemungkinan penyebab ketidakteraturan menstruasi Anda. Anda terutama perlu segera ke dokter bila menstruasi Anda juga disertai perdarahan berat atau berkepanjangan, nyeri setelah berhubungan seks, nyeri perut, pertumbuhan rambut berlebihan, kenaikan berat badan tanpa sebab, atau debit berbau.

kesehatan wanita

Survei: Menelan Sperma Baik untuk Kesehatan Wanita TRIBUNNEWS.COM - Sperma berfungsi untuk proses pembuahan? Itu benar. Tapi ternyata sperma memiliki manfaat lebih dari itu, bagi yang menelannya. Mungkin menjijikkan bagi sebagian besar perempuan, namun sebuah survei yang dilakukan belum lama ini oleh The State University of New York membuktikan wanita yang menelan air mani pasangannya memiliki hidup yang lebih bahagia karena tingkat stres yang rendah. Survei ini menguatkan hasil riset-riset sebelumnya yang meniliti tentang manfaat menelan air mani bagi kesehatan wanita. Disimpulkan dalam riset tersebut air mani memiliki zat kimiawi yang dapat meningkatkan mood dan rasa kasih sayang, memperbaiki jam tidur, dan mengandung setidaknya tiga zat anti depresi yakni hormon pelepas thyrotropin, melatonin, dan serotonin atau dikenal yang dikenal neurotransmitter. Untuk membuktikan apakah air mani memiliki efek positif layaknya antidepresi, para peneliti melibatkan 293 mahasiswi universitas tersebut, yang setuju untuk mengisi kusioner tentang aspek kehidupan seks mereka. Dalam kusioner tersebut terdapat pertayaan tentang aktivitas seksual yang belum lama ini dilakukan tanpa menggunakan kondom untuk mengukur aliran sperma masuk di dalam tubuh mereka. Para partisipan juga harus mengisi Back Depression Inventory, pengukuran klinis yang biasa digunakan untuk mengukur kadar stres. Survey yang dipublikasikan di Archives of Sexual Behavior itu membuktikan para wanita yang sering melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan pengaman terbukti memiliki kadar stres yang rendah dibandingkan mereka yang selalu menggunakan kondom. Pun, usai membaca artikel ini, bukan berarti Anda harus menelan air mani pasangan supaya sehat. Anda harus pastikan air mani pasangan Anda bebas dari penyakit. Jangan sampai penyakit yang malah Anda dapatkan.